Minggu, 05 Oktober 2008

Pulau Tidung



Trip dimulai dari Ancol, dilanjutkan naik kapal kecil ke arah pulau seribu. Masuk Ancol kira2 bayar Rp.10.000,-. Kira-kira perjalanan memakan waktu satu jam. Disarankan untuk tidak tidur dikapal, karena pemandangan cukup enak dilihat. Selama perjalanan banyak perahu nelayan lalu-lalang. Coba lambaikan tangan kepada mereka, ternyata mereka cukup ramah. "Ramahlah kepada mereka, karena bila terjadi sesuatu dengan kapal kita, merekalah yang duluan menolong kita."


Sampai dipulau Tidung, kita disambut sebuah dermaga kosong. Pulaunya tidak terlalu besar, pantainya bersih, banyak terdapat rumput laut dan bulu babi, jadi berhati-hatilah menginjakan kaki. Pulau ini sendiri terdiri dari dua pulau, Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung kecil. Jaraknya tidak jauh,kira-kira 1km, ada sebuah jembatan kayu yang menhubungkannya, tapi jembatannya putus ditengah, jadi kita harus berenang untuk memempuh sisanya. Tapi dipulau tidung kecil tidak ada apa2, cuma hutan. Penduduk setempat lumayan ramah, waktu itu saya menginap di karang taruna setempat yang berhadapan langsung dengan rumah tokoh masyarakat setempat, "Pak Salim" begitulah saya menyapanya. Disarankan untuk bawa lotion anti nyamuk, karena nyamuknya luar biasa banyak, bahkan sampai masuk2 ke dispenser, Yaaakk..
Tempat ini cocok untuk outbound karena masih banyak hutannya. Di bagian selatan pulau ini sendiri sudah dicemari sampah masyarakat setempat, tapi masih tetap jernih. Tapi bagian utara pulau ini masih sangat bersih, dan ada pulau kecil 3X3 meter persegi. Coba rasakan berada dipulau ini. Nyeberang ke pulau ini penuh perjuangan karena tidak ada jembatan atau perahu dan banyak bulu babi dan ular laut. Lumayan Sport Jantung. Dan bial sudah sampai, saya sensasinya seperti film Cast Away. Dan tidak ada yang bisa kita lakukan dipulau seluas 3X3 meter ini selain "memble" melihat pemandangan yang menakjubkan.
Soal makanan jangan khawatir, karena Pak Salim akan meyediakan sea food yang segar2 dan rasanya ga usah diragukan, sekelas hotel bintang 5, harga kaki 5. Waktu itu saya menghabiskan 1 ekor baronang, 2 piring kerang, 1 piring udang, 3 piring nasi+lalapan untuk sekali makan siang.
Habis makan saya dan teman2 main "Survivor" yang diadakan oleh salah satu organisasi. Lumayan seru, kita cuma diberi bekal 1 botol air mineral untuk 6 orang untuk seharian. Bisa dibilang kita menjelajahi pulau ini secara bolak-balik karena harus mencari clue untuk tujuan2 berikutnya. Seru abis, dan hadiah utamanya ada di pulau tidung kecil. Seperti saya bilang, untuk ke pulau ini cuma ada jembatan yang terputus, sisanya hasu berenang, cukup dalam dan jauh. Jadi yang tidak bisa berenang, mau ga mau harus jadi bisa berenang.
Sore harinya, saya dan group saya sampai dipulau tidung kecil, kabar gembiranya kira adalah group pertama yang samapi di pulau ini, percaya deh, Couse We are a WINNER.
Sampai sana ada sebuah rumah kecil ditengah hutan. Disana ternyata tersedia makanan+ minuman yang cukup banyak untuk 8 group, waktu itu ada 8 group yang ikut. Tapi berhubung kita kelaparan dan kehausan, kita habiskan semuanya jadi group lain ga kebagian. Maafkan kami ya, hehehehe, Eh salah sendiri kenapa lama. Hehehe.
Sebelum malam kita balik ke pulau tidung besar, mandi terus makan malam dengan menu yang berbeda tapi ga kalah enaknya. Lagi2 saya hajar bleh, makan kaya orang gila. Abis itu yang mau tidur ya tidur, yang mau nongkrong dipinggir pantai ya silahkan. Saya memutuskan untuk nongkrong.
Besoknya kita pulang, menempuh jalur yang sama.

Sayang Poto2 dari pulau ini belum saya temukan.

1 komentar:

her blabbering mengatakan...

kalau pakai kapal yang dari ancol berapa biayanya ya? lalu naik dari mana dan pakai kapal apa?